Pernahkah terpikir apa yang kita inginkan akan menjadi kenyataan?
Dimulai saat aku mulai masuk kuliah di Bandung. Saat itu juga aku mulai dekat dengan kakakku yang berjarak 9 tahun dariku. Setiap liburan weekend aku selalu sempatkan main ke Jakarta. Maklum, perbaikan gizi dan minta suplai dana. Padahal toh uangnya bakalan habis juga untuk ongkos kereta dan transport, he..he..
Disaat di Jakarta itulah aku diajak jalan2 ke tempat2 gemerlap. Biarpun liat doang, aku senang. Paling menyenangkan saat aku diajak main ke kantor tempat kakakku bekerja. Wow sebuah operator yang besar saat ini. Biarpun saat itu kantornya masih kecil di daerah kuningan depan Hotel J.W Marriot. Aku masih ingat pertama kali aku menginjakkan kaki di kantor itu adalah pada tanggal 10 September, karena besoknya J.W Marriot di bom (11 September).
Saat aku pulang ke Bandung, Kakakku mengantarkan aku sampai statiun Gambir. Disitulah aku bertemu dengan teman Kakakku dan berkenalan dengannya. Dan untungnya lagi, aku sekereta dengan dia.
Orangnya keren, berpakaian santai tapi rapi, dan juga satu hal "smart". Saat itu kakakku bilang kalau dia bekerja di sebuah perusahaan vendor Eropa yang sedang berkembang. dan saat itulah aku bisa memanggilnya "my inspirator"
Saat di kereta aku ngobrol dengan "my inspirator". Sebenarnya sih tidak ngobrol, tapi dia yang banyak cerita, karena aku masih malu2 (maklum...waktu itu aku masih polos dan lugu).
Dia bercerita tentang pekerjaannya, apa yang dia lakukan dan apa yang menjadi rutinitas hariannya. Dari cerita beliaulah, aku menjadi tau apa pekerjaannya, dan perusahaan macam apa dia bekerja. Saat itu hanya berpikir "keren nih orang, bisa bekerja di perusahaan vendor yang hebat".
Sesampai di Bandung, aku kembali menjalankan rutinitasku sebagai mahasiswa. Tapi di sela2 waktu luangku, aku sempatkan untuk browsing perusahaan tersebut. Aku juga sering bertanya ke senior2 yang sudah lulus tentang perusahaan tersebut. Hingga akhirnya aku tahu bahwa itu adalah perusahaan besar yang aku impikan "dream company". Karena aku sadar betul akan kemampuanku. Aku hanya mampu melakukan yang terbaik untuk hidupku.
Saat aku lulus kuliah, aku masuk ke sebuah perusahaan vendor juga yang sedang berkembang. Sebenarnya iri..... saat melihat teman2 perusahaanku yang bisa masuk perusahaan impianku itu dengan mudah.
Padahal, aku sudah berkali2 (maksudnya sih sekali he..he...) masukin lamaran. Tapi ga kunjung juga kesempatan itu datang.
Hingga akhirnya aku hanya berpikir, "memang aku ga jodoh dengan perusahaan impian ini".
Saat aku sudah tidak pernah lagi memikirkan akan masuk perusahaan impian ini, Subhanallah............ Sebuah kesempatan datang padaku. Hingga akhirnya aku mengikuti tes masuk perusahaan tersebut hanya dalam waktu seminggu. Waktu yang singkat dan cepat. Padahal teman2 ku membutuhkan waktu minimal 1 bulan untuk masuk perusahaan tersebut.
Dan.......... Disinilah aku sekarang.
Di sebuah perusahaan vendor yang aku impikan dengan posisi yang tak pernah aku duga (posisi yang benar-benar aku inginkan).
Pertama kali, aku ga tau harus bicara apa sama Allah..... Harus berdo'a apa dengan Allah. Aku hanya bisa sujud syukur dan merenungi apa yang telah aku lakukan terhadap Allah.
Selama ini, aku sering berdo'a alakadarnya, apa yang aku inget, ya itu yang aku do'akan, sholat sering dengan terburu2 karena takut tertinggal acara TV kesayangan. Ngaji kao lagi pengen aja.
Sejak saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri..... Never leave Sholat! Aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Allah. Karena hanya dengan itu aku bisa membalas kebaikan Nya.
Aku kurang ajar aja Dia ngasih sesuatu yang aku inginkan, apalagi kalau aku mau patuh pada Nya. Dia pasti sayang ama aku.
Mudah2 an ini memang yang terbaik untukku dan agamaku, when dream come true
Friday, February 20, 2009
Friday, November 14, 2008
Kekuatan Super Sebagai Engineer
Menjadi engineer ??? ..... Hmm aku rasa itu sudah cita-cita ku saat aku memutuskan kuliah di sebuah sekolah teknik swasta di Bandung. Senang sekali bergelut dengan logika, meskipun kadang-kadang bertentangan dengan perasaan ini.
Setelah 4 tahun berjuang bersama para manusia-manusia berlogika (sorry friends), akhirnya kudapatkan juga gelar "ST" yang aku impikan.
1 tahap telah usai, lalu tahap apa lagi???
Sebuah tahap baru pada kerasnya dunia kerja. Dan aku telah memutuskan mencari segenggam berlian di belantara ibu kota. sebuah perusahaan telekomunikasi yang sedang naik daun pada tahun 2008 ini (seperti ulat).
Pekerjaan demi pekerjaan aku lewati dengan rasa cinta. 1 bulan pertama, training bersama seorang mentor CCIE. Very exciting, belajar dengan orang yang sudah ahli di bidangnya dan diberkahi daya analisa yang tingi. Membuatku memahami betapa beruntungnya aku, dan disisi lain aku jadi tahu betapa luasnya ilmu yang seharusnya aku cari.
2 bulan pertama, aku masih merasakan betapa senangnya mendapat penghasilan sendiri. Setiap tanggal 27 adalah tanggal keramat bagiku. Karena pada tanggal itu aku mendapat sebuh keberuntungan.
Bulan ke-3 adalah bulan penuh kerja malam dan jalan-jalan. Masih penuh semangat untuk bekerja cerdas untuk mendapatkan ilmu yang baru.
Bulan ke-4 adalah bulan terberat. Karena aku harus dipindah ke sebuah project uji coba atau lebih nge trend di bilang project "thank you".
Bulan ke-5 adalah bulan penuh dilema. Pada bulan ini aku harus dirundung pada pilihan yang aku sendiri tidak bisa memutuskan untuk memilih yang mana.
Bulan ke-6 adalah bulan memalukan. Kata-kata yang pernah aku lontarkan ke perusahaanku akhirnya aku cabut kembali atas beberapa pertimbangan yang memberatkan.
Bulan ke-7 adalah bulan penuh hikmah. Aku menemukan teman-teman sejatiku yang telah menguatkanku hingga saat ini.
Bulan ke-8 adalah bulan tanpa perasaan. Pada bulan ke-8 ini aku tidak bisa memahami apa yang aku inginkan dan apa yang aku rasakan.
Bulan ke-9 adalah bulan kesepian. Semua temanku pada hijrah dan lulus dari perusahaanku. Tapi aku masih harus mengambil beberapa semester lagi untuk bisa lulus dari perusahaan ini.
Bulan ke-10 adalah bulan kemerdekaan. Aku telah mendapatkan 25% dari apa yang aku harapkan dari dulu.
Bulan ke-11 adalah bulan kemenangan. Tidak ada yang menekan ataupun memerintahku. Pengharagaan telah aku dapatkan.
Bulan ke-12 adalah bulan penuh mistery. Aku hidup bada bulan ini sekarang
Setelah 4 tahun berjuang bersama para manusia-manusia berlogika (sorry friends), akhirnya kudapatkan juga gelar "ST" yang aku impikan.
1 tahap telah usai, lalu tahap apa lagi???
Sebuah tahap baru pada kerasnya dunia kerja. Dan aku telah memutuskan mencari segenggam berlian di belantara ibu kota. sebuah perusahaan telekomunikasi yang sedang naik daun pada tahun 2008 ini (seperti ulat).
Pekerjaan demi pekerjaan aku lewati dengan rasa cinta. 1 bulan pertama, training bersama seorang mentor CCIE. Very exciting, belajar dengan orang yang sudah ahli di bidangnya dan diberkahi daya analisa yang tingi. Membuatku memahami betapa beruntungnya aku, dan disisi lain aku jadi tahu betapa luasnya ilmu yang seharusnya aku cari.
2 bulan pertama, aku masih merasakan betapa senangnya mendapat penghasilan sendiri. Setiap tanggal 27 adalah tanggal keramat bagiku. Karena pada tanggal itu aku mendapat sebuh keberuntungan.
Bulan ke-3 adalah bulan penuh kerja malam dan jalan-jalan. Masih penuh semangat untuk bekerja cerdas untuk mendapatkan ilmu yang baru.
Bulan ke-4 adalah bulan terberat. Karena aku harus dipindah ke sebuah project uji coba atau lebih nge trend di bilang project "thank you".
Bulan ke-5 adalah bulan penuh dilema. Pada bulan ini aku harus dirundung pada pilihan yang aku sendiri tidak bisa memutuskan untuk memilih yang mana.
Bulan ke-6 adalah bulan memalukan. Kata-kata yang pernah aku lontarkan ke perusahaanku akhirnya aku cabut kembali atas beberapa pertimbangan yang memberatkan.
Bulan ke-7 adalah bulan penuh hikmah. Aku menemukan teman-teman sejatiku yang telah menguatkanku hingga saat ini.
Bulan ke-8 adalah bulan tanpa perasaan. Pada bulan ke-8 ini aku tidak bisa memahami apa yang aku inginkan dan apa yang aku rasakan.
Bulan ke-9 adalah bulan kesepian. Semua temanku pada hijrah dan lulus dari perusahaanku. Tapi aku masih harus mengambil beberapa semester lagi untuk bisa lulus dari perusahaan ini.
Bulan ke-10 adalah bulan kemerdekaan. Aku telah mendapatkan 25% dari apa yang aku harapkan dari dulu.
Bulan ke-11 adalah bulan kemenangan. Tidak ada yang menekan ataupun memerintahku. Pengharagaan telah aku dapatkan.
Bulan ke-12 adalah bulan penuh mistery. Aku hidup bada bulan ini sekarang
Sebuah Cerita Lama
Ga terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun yang lalu, aku masih mengisi blog ini masih menyandang status "mahasiswa". Sekarang setahun telah berlalu, dan aku telah meninggalkan status "mahasiswaku". Karyawan di sebuah perusahaan swasta.
Sebuah status yang aku idhamkan saat masih menempuh ilmu di Bandung. Sebuah proses kemandirian yang mengharuskan aku mengadu nasib di belantara ibu kota. Suatu proses yang membuat aku mengerti betapa hebatnya orang tua dan kakak-kakakku dulu hingga sekarang. Sebuah perjalanan yang membuatku memahami betapa berharganya si "Rupiah" itu.
Waktu memag tidak bisa diputar kembali.
Tak ada yang bisa disesali saat ini.
Hanya untuk dijadikan pelajaran yang berarti.
Kangen dengan teman-teman yang ceria, yang kini telah memilih jalan hidup masing-masing. Kangen dengan sejuknya kota Bandung. Kangen dengan belanja obralan dengan kualitas yang bagus. Kangen dengan candaan sobat-sobat kos "wisma bidadari" yang sudah menjadi bagian dari tubuhku dan aura kehidupanku. Kangen dengan ledekan teman-teman untuk "cowok" idaman. I miss evrything and every moment in Bandung. Kangen dengan teman-teman sepengajian ---> ma'af aku sedikit bandel
Tapi kini satu tahun telah berlalu. Menjadikan aku sebagai sosok yang lebih dewasa, mandiri dan telah menemukan jati diri. Tanpa harus meninggalkan identitas sebagai anak yang telah dibesarkan oleh sebuah kampus yang adem di pinggir kota kembang.
Dan Inilah aku sekarang !!!
Sudah bisa membeli apa yang aku idhamkan tanpa harus menghemat uang makan. Sudah bisa berbagi rejeki dengan orang lain tanpa harus memikirkan dari mana bisa mendapatkan uang lagi.
Saatnya mensyukuri nikmat yang ada dengan sujud panjang di malam-malam pemilik semesta
Sebuah status yang aku idhamkan saat masih menempuh ilmu di Bandung. Sebuah proses kemandirian yang mengharuskan aku mengadu nasib di belantara ibu kota. Suatu proses yang membuat aku mengerti betapa hebatnya orang tua dan kakak-kakakku dulu hingga sekarang. Sebuah perjalanan yang membuatku memahami betapa berharganya si "Rupiah" itu.
Waktu memag tidak bisa diputar kembali.
Tak ada yang bisa disesali saat ini.
Hanya untuk dijadikan pelajaran yang berarti.
Kangen dengan teman-teman yang ceria, yang kini telah memilih jalan hidup masing-masing. Kangen dengan sejuknya kota Bandung. Kangen dengan belanja obralan dengan kualitas yang bagus. Kangen dengan candaan sobat-sobat kos "wisma bidadari" yang sudah menjadi bagian dari tubuhku dan aura kehidupanku. Kangen dengan ledekan teman-teman untuk "cowok" idaman. I miss evrything and every moment in Bandung. Kangen dengan teman-teman sepengajian ---> ma'af aku sedikit bandel
Tapi kini satu tahun telah berlalu. Menjadikan aku sebagai sosok yang lebih dewasa, mandiri dan telah menemukan jati diri. Tanpa harus meninggalkan identitas sebagai anak yang telah dibesarkan oleh sebuah kampus yang adem di pinggir kota kembang.
Dan Inilah aku sekarang !!!
Sudah bisa membeli apa yang aku idhamkan tanpa harus menghemat uang makan. Sudah bisa berbagi rejeki dengan orang lain tanpa harus memikirkan dari mana bisa mendapatkan uang lagi.
Saatnya mensyukuri nikmat yang ada dengan sujud panjang di malam-malam pemilik semesta
Sunday, June 24, 2007
Tuesday, May 8, 2007
Met Ulang Tahun Friend
Eni......met ulang tahun ya :x
Sebenernya hari ini aku pengen ngadain kejutan buat kamu............
Tapi, Fika telah mengacaukan segalanya......:(( Dengan muka polos, dia mengucapkan kata2 sakral yang seharusnya diucapkan tepat nanti malam "happy birthday" #.-S
Ya...apa mau dikata kalo emang udah terlanjur diucapkan, ya sudah.......
Bingung juga mau ngasih kejutannya #o
Semoga makin kuat n tegar dalam menghadapi gelombang kehidupan ini B-)semangat n terus berjuang
Sebenernya hari ini aku pengen ngadain kejutan buat kamu............
Tapi, Fika telah mengacaukan segalanya......:(( Dengan muka polos, dia mengucapkan kata2 sakral yang seharusnya diucapkan tepat nanti malam "happy birthday" #.-S
Ya...apa mau dikata kalo emang udah terlanjur diucapkan, ya sudah.......
Bingung juga mau ngasih kejutannya #o
Semoga makin kuat n tegar dalam menghadapi gelombang kehidupan ini B-)semangat n terus berjuang
Subscribe to:
Posts (Atom)
